Gempa Tidak Terasa di Arena Jambore

Sumedang— Setelah mengguncang pantai selatan Jawa, gempa kembali menggoyang wilayah Banten, Lampung  dan Jabotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan  Bekasi). Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter itu terjadi Rabu (19/7) pukul 17.57 WIB.

Berdasarkan keterangan Pusat Gempa Nasional, gempa tersebut berpusat di Selat Sunda dengan kedalaman 48 kilometer.

“Gempa pada posisi 6,68 Lintang Selatan dan 105,12 Bujur Timur di laut Selat Sunda,” ujar petugas Pusat Gempa, Hendra Rahman. Gempa tersebut berjarak 192 kilometer arah barat daya Jakarta dan berpotensi menimbulkan tsunami. Menurut Hendra, gempa ini merupakan gempa baru dan bukan gempa susulan di Samudra Hindia.

Di lokasi Jambore Nasional, Bumi Perkemahan Mashudi Kiarapayung, Sumedang, getaran gempa tidak terasa. “Kami tidak merasa apa-apa,” kata Titin Gumilang, Humas Jambore Nasional. Begitu juga dengan beberapa lokasi sub camp dan tempat lokasi kegiatan pramuka penggalang peserta Jamnas.

Tegar Septiadi Setiawan, panitia bidang Humas Jamnas yang meliput kegiatan di Garut  mengaku tidak merasakan gempa. “Seluruh kegiatan peserta berlangsung dengan lancar,” ujarnya. Peserta diterima Letkol Asep Kurdaedi, Mabicab Kabupaten Garut. [Humas Jamnas]

Juli 19, 2006 at 5:14 pm 11 komentar

Tim SAR Pramuka Evakuasi Jenazah

Bandung — Tim SAR yang berasal dari anggota Pramuka masih mengevakuasi jenazah korban gempa dan tsunami di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. “Kami menelusuri daerah hingga Cipatuh di Garut,” kata Dian Yahya, koordinator tim yang menjadi pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Rabu (19/7) malam.

Menurut Dian, sepanjang hari kemarin mereka berhasil mengevakuasi 4 jenazah. Selain itu. mobil ambulan milik Pramuka Peduli juga mengantar belasan warga ke rumah sakit. Di samping evakuasi jenazah, tim beranggotakan  50 anggota pramuka itu juga melakukan pemetaan daerah bencana bersama anggota Wanadri dan Yayasan Garuda Nusantara pimpinan Ully Sigar Rusadi.

Sebagian dari anggota pramuka yang diterjunkan ke Pangandaran,  yang porak poranda karena gempa dan tsunami, berasal dari peserta Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat.  Memang sejak 17 sampai 22 Juli, Kwarnas Pramuka menyelenggarakan pelatihan yang diikuti 72 peserta utusan Kwartir Daerah pramuka seluruh Indonesia.

Ketiga gempa terjadi Senin (17/7) siang, empat anggota pramuka yang menjadi panitia Jambore Nasional di Sumedang, langsung berangkat ke Pantai Pangandaran. Esok paginya, 20 peserta kursus yang dipimpin Dian Yahya langsung menuju Pangandaran. Dengan dibantu  30 anggota pramuka Kwartir Cabang Ciamis mereka mendirikan pos yang terletak di Jalan Raya Pangandaran, dekat  gedung  PLN.

Panitia Jambore Nasional sendiri mengedarkan Bumbung Pramuka Peduli Bencana kepada seluruh peserta dan panitia yang berjumlah sekitar 20 ribu orang. Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sedang menyiapkan
Anggota lainnya untuk diterjunkan ke daerah bencana. [Humas Jamnas]

Juli 19, 2006 at 5:09 pm 10 komentar

Sambutan Presiden RI

Pada acara
PEMBUKAAN JAMBORE NASIONAL 2006
DI BUMI PERKEMAHAN KIARAPAYUNG
JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT
16 Juli 2006

Para hadirin yang terhormat dan adik-adik peserta Jambore Nasional yang saya cintai.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta jambore dari seluruh tanah air dan gerakan kepanduan (scout movement) dari negara-negara sahabat di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, Jawa Barat yang indah ini.

Tempat ini bukan hanya indah tetapi juga bersejarah terlebih lagi telah diabadikan seorang tokoh besar, salah satu putera terbaik bangsa, tokoh Pramuka dan yang sangat mencintai Pramuka, negarawan dan pemimpin, almarhum Kak Mashudi. Kita patut mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kak Mashudi untuk Pramuka yang dicintainya bahkan untuk bangsa dan negara tercinta. Sebelum beliau wafat sangat sering beliau berkomunikasi dengan saya, menyampaikan pandangan-pandangan yang jernih, yang konstruktif dan semuanya diabadikan untuk kepentingan bangsa dan negara dan bukan kepentingan beliau sendiri. Kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan tepatlah kalau nama besar beliau diabadikan di bumi perkemahan ini.

Hadirin yang saya hormati,

Tema Jambore Nasional kali ini “Satu Hati, Satu Janji, Satu Bumi Pertiwi”. Tema ini memiliki makna yang sangat dalam sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kebangsaan kepada generasi muda untuk memperkokoh keutuhan dan sekaligus membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dini kepada generasi muda bangsa kita memang sudah harus ditanamkan, jiwa dan semangat cinta tanah air serta ditumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak pejuang-pejuang pembela tanah air. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang merebut kemerdekaannya dengan tetesan keringat dan darah dari putera puteri terbaik bangsa. Kami orang tua juga percaya bahwa adik-adik Pramuka, pasti akan tampil dalam barisan terdepan, apabila ada kelompok atau golongan yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, adik-adik Pramuka harus terus menerus memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme, dan semangat membangun untuk kejayaan negara kita. Kalian adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang. Jambore Nasional yang diselenggarakan lima tahun sekali, tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh adik-adik sebagai anggota Pramuka Penggalang. Melalui seleksi ketat dari masing-masing gugusdepan hingga ke tingkat Kwartir Cabang, kalian telah terpilih dan kini hadir di sini sebagai peserta Jambore Nasional, saya ucapkan selamat dan penghargaan. Oleh karena itu, jadikan Jambore Nasional ini sebagai sarana belajar, berkarya dan memperkokoh persaudaraan dan persatuan diantara kalian sebagai sesama anak bangsa.

Jambore nasional yang diikuti Pramuka Penggalang dari seluruh tanah air serta organisasi kepanduan dari luar negeri, amat berguna untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan diantara kalian yang berasal dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat istiadat yang berbeda serta dengan teman-teman dari negara lain. Jadikanlah pula Jambore Nasional ini menjadi wahana perekat keutuhan bangsa.

Saudara-Saudara,

Sebagaimana kita ketahui Gerakan Pramuka merupakan suatu sistem pendidikan nonformal yang membantu dan melengkapi pendidikan formal. Gerakan Pramuka adalah wahana penting untuk membentuk watak atau karakter dan kepribadian nasional bagi generasi muda bangsa. Gerakan Pramuka adalah tempat menempa keterampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin dan membina semangat kebersamaan bagi para anggotanya. Bagi saudara-saudara yang sebaya, satu generasi dengan saya, kita teringat semasa kecil dan remaja dulu ketika menjadi anggota kepanduan dan juga Pramuka. Alhamdulillah saya aktif dikedua-duanya, baik kepanduan maupun Pramuka. Kita belajar berbagai keterampilan yang tidak diperoleh dibangku sekolah, kita belajar berkomunikasi dengan berbagai kalangan, belajar bermain di alam bebas, membangun keberanian dan tanggung jawab dan belajar memimpin anggota yang lain. Semuanya itu menempa kita untuk mandiri, berani, bertanggung jawab, berdisiplin dan terampil. Sejujurnya saya, kita semua merasa bangga pernah menjadi anggota Pramuka.

Oleh karena itu saya sangat yakin bahwa pendidikan kepramukaan penting untuk generasi muda Indonesia. Insta Allah pada Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-45 yang akan datang, 14 Agustus yang akan datang, akan saya canangkan “Revitalisasi Gerakan Pramuka” diseluruh tanah air. Menggalakkan terus Gerakan Pramuka sungguh amat penting, sebab akhir-akhir ini ada kecenderungan Gerakan Pramuka kurang diminati, oleh para pelajar, para pemuda dan mahasiswa. Agar Gerakan Pramuka memiliki daya tarik sebagai kegiatan ekstrakulikuler bagi anak-anak dan remaja tanah air, saya minta dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas pembinaan, perluasan keterampilan serta pembenahan organisasi dan manajemen.

Saya berharap revitalisasi Gerakan Pramuka nanti dapat dijadikan bagian dari revitalisasi pendidikan nasional kita. Sudah saatnya pula, bagi perangkat hukum Gerakan Pramuka yang selama ini berdasarkan “Keputusan Presiden” kita perjuangkan dan tingkatkan menjadi Undang-Undang.

Para peserta upacara sekalian,

Dengan potensi jumlah anggota dan persebaran organisasi yang merata di seluruh tanah air, mulai Kwartir Ranting hingga Kwartir Nasional, potensi dan kekuatan Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda sungguh amat strategis. Oleh karena itu lakukan pengelolaan gerakan ini dengan baik, lakukan pembaharuan untuk kegiatan dan pelatihan, upayakan untuk melakukan penyegaran bagi para Pelatih dan Pembina di tingkat gugusdepan sebagai fasilitator Gerakan Pramuka digarda terdepan. Pertahankan terus berbagai kegiatan yang berkesinambungan, mulai dari Jambore Ranting hingga Jambore Tingkat Nasional. Galang terus persaudaraan dan persahabatan di antara sesama anggota Pramuka melalui berbagai kegiatan yang tepat. Terapkan secara nyata “Bhinneka Tunggal Ika” dalam organisasi kepramukaan. Jadilah model bagi terciptanya persatuan, kerukunan dan harmoni dalam kemajemukan bangsa ini.

Untuk menggairahkan kembali kegiatan Gerakan Pramuka, saya minta kepada para menteri mendukung pencapaian tujuan Gerakan Pramuka. Kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Pemuda dan Olahraga saya minta diupayakan sinergi kegiatan antar Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, agar pembinaan dan pengembangan tunas-tunas muda bangsa Indonesia dapat berjalan lebih baik dan lebih efektif.

Kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya juga meminta agar dilakukan pembinaan yang terencana dan berkesinambungan untuk kegiatan Gerakan Pramuka. Berikanlah alokasi dana yang memadai, tentu sesuai batas-batas kemampuan APBD untuk pendidikan, pembinaan, kegiatan dan operasional organisasi Gerakan Pramuka. Dengan bantuan ketersediaan dana operasional, Insta Allah kegiatan dan mobilitas Gerakan Pramuka akan lebih meningkat lagi dimasa yang akan datang.

Hadirin sekalian, Adik-adik Pramuka Penggalang yang saya cintai peserta Jambore sekalian

Sebelum mengakhiri amanat ini, sekali lagi saya berharap agar Jambore Nasional dapat menjadi wahana pembelajaran yang bermanfaat bagi adik-adik Pramuka Penggalang. Sekembalinya dari kegiatan Jambore Nasional ini, kalian dapat menyampaikan pengalaman kepada teman-teman di daerah masing-masing. Bagi anggota Pramuka Penggalang diseluruh tanah air yang belum mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Jambore Nasional kali ini, jangan berkecil hati, tetaplah belajar dengan rajin dan tekun, berlatihlah dengan baik, tanamkan semangat juang para pahlawan dan patriot bangsa dalam diri dan jiwa kalian. Pegang teguh janji “Trisatya dan Dasadarma” dalam pendidikan sehari-hari sebagai anggota Pramuka.

Kepada seluruh Pembina Pramuka dari tingkat Gugusdepan hingga Kwartir Nasional, saya sampaikan ucapan terima kasih dan pengabdian yang tulus dengan segala kegigihan dan pengorbanan saudara-saudara. Kepada Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Gubernur Jawa Barat, Bupati Sumedang, dan seluruh jajarannya, saya ucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya terlaksananya Jambore Nasional ke-8 tahun 2006 sekarang ini.

Akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta mengucapkan Bismillahirrohmanirrohin, Jambore Nasional ke-8 Gerakan Pramuka tahun 2006 dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Jayalah Pramuka dan jayalah Indonesiaku!

Wassalamu’alakum warahmatullahiwabarakatu
Presiden Republik Indonesia

DR. Susilo Bambang Yudhoyono

Juli 18, 2006 at 10:03 am 19 komentar

Laporan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka

Pada Pembukaan Jambore Nasional KE-8 Tahun 2006
Di Bumi Perkemahan Mashudi Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat – 16 Juli 2006

Yang terhormat,

Bapak Presiden RI selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka
Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono,
Menteri – Menteri Anggota Kabinet Indonesia Bersatu,
Para Duta besar Negara Sahabat,
Anggota Majelis Pembimbing  Nasional Gerakan Pramuka,
Pimpinan kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Gubernur Provinsi Jawa Barat,
Pimpinan Kepanduan se-Regional Asia Pasifik,
Ketua – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka,
Ketua dan Pembina Pendamping Kontingen Daerah se-Indonesia,
Ketua dan anggota kontingen luar negeri,
Adik – adik anggota Pramuka Penggalang yang saya banggakan,
Hadirin dan hadirat sekalian,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,

Marilah bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk menghadiri acara Pembukaan Jambore Nasional 2006.

Saya selaku Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ingin menyampaikan selamat datang kepada adik – adik peserta anggota Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan luar negeri, serta ucapan terima kasih kepada kakak – kakak pimpinan kontingen daerah serta para pembina pendamping peserta yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri sekaligus menyukseskan Jambore Nasional ke-8 tahun 2006, di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Saya sebagai penanggung jawab Jamnas 2006 melaporkan kepada Bapak Presiden RI selaku Ketua Mabinas Gerkan Pramuka sebagai berikut :

1. Jambore Nasional disingkat Jamnas merupakan perkemahan besar bagi anggota Pramuka Penggalang yang dilaksanakan lima tahun sekali sebagai wahana dan sarana pendidikan yang strategis untuk mengembangkan wawasan, memupuk jiwa persatuan dan kesatuan serta latihan kepemimpinan bagi Pramuka Penggalang sebagai kader pemnbaharuan bangsa di masa depan yang bermoral Pancasiladan berwatak luhur, mandiri, bertanggung jawab, peduli dan memiliki komitmen dalam penerpaan Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

2.Jamnas 2006 di Jawa Barat ini berdasarkan keputusan Munas Gerakan Pramuka di Pontianak Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2003.

3.Tema Jamnas 2006 adalah “Satu Hati, Satu Janji, Satu BUmi Pertiwi” dengan motto “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan” serta slogan “Sehat, Cerdas, Semangat, Bersahabat, Selamat”. Tekad yang hendak dicapai adalah “Patriot Bangsa Pelestari Alam, Budaya, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

4.Tujuan Jambore Nasional adalah :
a.Memupuk rasa persahabatan, persaudaraan, persatuan, dan perdamaian.
b.Membina dan mengembangkan sikap teguh, mandiri, peduli dan bertanggng jawab.
c.Membangun jiawa patriotisme dan nasionalisme.
d.Membangun rasa cinta alam.

5.Peserta Jamnas 2006 hingga tadi malam telah hadir secara keseluruhan termasuk Pembina Pendamping dan Dokter kontingen yang berasal dari 32 Kwarda dan 447 Kwarcab se-Indonesia termasuk Pramuka Gudep Perwakilan RI dan Pramuka Luar Biasa sebanyak 18.795 orang. BIla dirinci terdiri dari peserta Pramuka Penggalang sebanyak 17.213 orang, Pembina Pendamping 1.515 orang, pramuka Gudep di luar negeri 30 orang dan Pramuka Luar Biasa (PLB) 37 orang.
6.Sedangkan peserta dari luar negeri berjumlah sebanyak lebih dari 150 orang yang berasal dari negara sahabat yaitu Persekutuan Pengakap Malayasia, Persekutuan Pengakap Negeri Brunei Darussalam, Bangladesh Scout Association, Nepal Scout, Boy Scout of The Philippines, Singapore Scout Association, Scout Association of Japan. Khusus dalam pembukaan ini juga hadir para pengurus Kepanduan Dunia Regional Asia Pasifik sebagai peserta Asia Pacific Regional Workshop on Public Relation through Partnership yang telah diselenggarakan di Bandung tanggal 12-15 Juli 2006. Bapak Presiden dan Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono yang kami muliakan,

7.Kegiatan pada Jamnas 2006 mengarah pada tujuan Gerakan Pramuka, melalui pembinaan mental dan spiritual; wawasan kebangsaan; kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek); persaudaraan dan persahabatan; peningkatan keterampilan;kesamaptaan jasmani; dan aksi kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa. Sedangkan kegiatan: edukatif, produktif, kreatif, rekreatif, inovatif dan petualangan.

8.Kegiatan dalam Jamnas 2006 ini dibagi dalam 7 (tujuh) kelompok kegiatan yaitu kegiatan umum; kegiatan keterampilan; kegiatan petualangan hutan, gunung; kegiatan bakti, kegiatan seni dan budaya, kegoatan wisata; dan kegiatan khusus termasuk kegiatan bagi orang dewasa. Setiap kelompok kegiatan terdiri dari berbagai macam aktifitas. Kegiatan tidak terpusat di Bumi Perkemahan Kiarapayung saja, melainkan tersebar di 5 (lima) subcamp yaitu di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang dan Kabupaten Garut.

9.Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada Kwarda Jawa Barat yang didukung sepenuhnya oleh Gubernur Jawa Barat dan instansi tingkat pusat dan provinsi serta para sponsor atas bantuannya sehingga dapat terselenggara Jamnas 2006 ini.

10.Kepada Kakak-kakak Panitia Jamnas 2006 dan ketua kontingen serta para pembina pendamping kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas darma baktinya yang secara sukarela telah membimbing adik-adik Penggalang mulai dari Gugus Depan hingga hadir di arena Jamnas 2006.

11.Tidak lupa kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka sebagai Pramuka Utama yang telah membantu dan mendukung Jamnas 2006 ini. Adik-adikku Pramuka Penggalang yang saya banggakan.

12.Mari kita teriakkan yel-yel dengan penuh semangat keceriaan untuk mengawali acara pembukaan Jamnas 2006 ini.

13.Akhirnya, kami mohon perkenan Bapak Presiden RI dapat membuka secara resmi sekaligus memberikan wejangan bagi adik-adik dan kita semua. Terima kasih.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,

Jatinangor, 16 Juli 2006

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Prof.Dr.dr.H.Azrul Azwar,MPH

Juli 18, 2006 at 9:20 am 16 komentar

Tim SAR Pramuka Menuju Pangandaran

Sumedang —Gerakan Pramuka mengirim 20 anggotanya menuju daerah bencana di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. “Mereka sudah terlatih dan pernah mengikuti  kursus search and rescue (SAR),”  ujar Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr. Yudhyaningsih SW, MSc (ph), di Bumi Perkemahan Mashudi Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang, Selasa (18/7).

Menurut Yudyaningsih, mereka merupakan sebagian dari peserta Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat. Memang sejak 17 sampai 22 Juli, Kwarnas Gerakan Pramuka menyelenggarakan pelatihan (kursus) yang diikuti 72 peserta utusan Kwartir Daerah Pramuka seluruh Indonesia.

Pada pelatihan ini, Kwarnas bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO), Care Internasional, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia dan Yayasan IDEP.  Para peserta yang berusia  25-25 tahun dipersyaratkan pernah mengikuti kursus SAR.

Adi Pamungkas yang menjadi ketua panitia pelatihan menjelaskan begitu mendengar terjadinya gempa di pantai selatan Pulau Jawa, pihaknya langsung melaksanakan koordinasi.  “Kami segera memilih 20 orang dari peserta kursus,” ujar Adi yang menjadi Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka.

Dengan peralatan lengkap,  Tim SAR pada Selasa ini  menuju Pangandaran dengan dipimpin Dian Yahya, Andalan Nasional Kwarnas.  Dian Yahya pernah memimpin Satuan Tugas Pramuka Peduli ketika gempa dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalan dan Pulau Nias, beberapa tahun lalu.

Menurut Dian, Senin sore sudah ada empat anggota pramuka yang berangkat ke Pangandaran untuk membantu korban bencana dan  menyiapkan kedatangan Tim SAR Pramuka. Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter itu sendiri terjadi Senin (17/7) sore di Samudra Hindia. Setelah gempa terjadi tsunami yang menyapu pantai selatan Jawa. Di Pangandaran sampai Senin malam diperkirakan 45 orang tewas.  [Humas Jamnas]

Juli 18, 2006 at 9:01 am 2 komentar

Amplop Dimas untuk Presiden

Raut muka Dimas G. Taufik tampak pucat. Siswa SMA Sandhy Putra, Kabupaten Bandung, itu tak mampu menyembunyikan ketakutannya saat digelandang dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden.

Dimas boleh dibilang menjadi peserta Jambore yang paling berani. Dia, yang tercatat sebagai peserta dari Kwartir Cabang Kabupaten Bandung, nekat nyelonong melintasi lapangan upacara mendekati tempat duduk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah berada di dekat Presiden, Dimas pun bergegas menyodorkan surat sambil menyempatkan bercakap-cakap. Presiden mengangguk-angguk dan merangkulnya. Entah apa yang diucapkan Dimas.

Yang jelas, tak lama kemudian, sejumlah petugas datang menghampiri Dimas. Dia digelandang menjauh dari Presiden, yang tengah menikmati berbagai pertunjukan acara pembukaan Jambore Nasional 2006.

Di sebuah ruangan, Dimas digeledah dan diinterogasi. Dia menjawab pertanyaan aparat sambil menahan bibirnya yang bergetar. Menurut dia, kepada Presiden telah diserahkannya sebuah amplop berisi surat dan lembaran fotokopi nilai rapornya.

Secarik kertas surat itu berisi permohonan biaya sekolah. “Saya mohon Pak Presiden membantu saya,” kata Dimas kepada petugas pengaman Presiden. “Kedua orang tua saya tidak mampu lagi membiayai saya sekolah,” ujar Dimas sambil menatap mata petugas.

Juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan Presiden merespons surat permohonan Dimas. “Tentunya sesuai dengan prosedur,” kata Andi saat dihubungi Tempo.
Andi sempat mengira aksi Dimas merupakan bagian dari acara pembukaan Jambore Nasional. “Saya kagum dengan keberaniannya,” ujar Andi.  | RANA AKBARI FITRIAWAN

Koran Tempo
, Senin, 17 Juli 2006

Juli 17, 2006 at 5:19 am 2 komentar

Penyerahan Dana Jambore Berbelit-belit

DIPONEGORO, (GM).- Gubernur Jawa Barat, H. Danny Setiawan mengharapkan penyerahan dana Rp 9,2
miliar dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) tidak berbelit-belit. Sebaiknya, dana yang diperuntukkan bagi konsumsi dan  akomodasi peserta Jamnas gerakan pramuka tahun 2006 ini disalurkan ke Pemprov Jabar.

“Dana yang Rp 9,2 miliar masih diselesaikan di sekretariat negara (setneg). Saya usulkan tidak diserahkan kepada gubernur, tapi berupa bantuan kepada Pemprov Jabar,” ungkap gubernur, menjawab pertanyaan wartawan seputar persiapan Jamnas 2006, Kiarapayung, Kab. Sumedang, di basement Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Senin (19/6).

Gubernur menyatakan, jika dana Rp 9,2 miliar tersebut hingga batas waktu yang ditetapkan tidak bisa digunakan, akan dilaporkan ke pusat. “Jika dana tersebut tidak bisa digunakan, akan kita laporkan kepada pemerintah pusat, kecuali kalau pemerintah pusat menjamin akan ditambah dana alokasi khusus (DAK) atau dana alokasi umum (DAU),” paparnya seraya menambahkan, ia akan melapor kepada DPRD untuk menggunakan dana yang ada dulu.

Sumber: Galamedia

Juli 9, 2006 at 5:28 am 2 komentar

Tulisan Lebih Lama


Halaman

Tulisan Terakhir

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.