Amplop Dimas untuk Presiden

Juli 17, 2006 at 5:19 am 2 komentar

Raut muka Dimas G. Taufik tampak pucat. Siswa SMA Sandhy Putra, Kabupaten Bandung, itu tak mampu menyembunyikan ketakutannya saat digelandang dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden.

Dimas boleh dibilang menjadi peserta Jambore yang paling berani. Dia, yang tercatat sebagai peserta dari Kwartir Cabang Kabupaten Bandung, nekat nyelonong melintasi lapangan upacara mendekati tempat duduk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah berada di dekat Presiden, Dimas pun bergegas menyodorkan surat sambil menyempatkan bercakap-cakap. Presiden mengangguk-angguk dan merangkulnya. Entah apa yang diucapkan Dimas.

Yang jelas, tak lama kemudian, sejumlah petugas datang menghampiri Dimas. Dia digelandang menjauh dari Presiden, yang tengah menikmati berbagai pertunjukan acara pembukaan Jambore Nasional 2006.

Di sebuah ruangan, Dimas digeledah dan diinterogasi. Dia menjawab pertanyaan aparat sambil menahan bibirnya yang bergetar. Menurut dia, kepada Presiden telah diserahkannya sebuah amplop berisi surat dan lembaran fotokopi nilai rapornya.

Secarik kertas surat itu berisi permohonan biaya sekolah. “Saya mohon Pak Presiden membantu saya,” kata Dimas kepada petugas pengaman Presiden. “Kedua orang tua saya tidak mampu lagi membiayai saya sekolah,” ujar Dimas sambil menatap mata petugas.

Juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan Presiden merespons surat permohonan Dimas. “Tentunya sesuai dengan prosedur,” kata Andi saat dihubungi Tempo.
Andi sempat mengira aksi Dimas merupakan bagian dari acara pembukaan Jambore Nasional. “Saya kagum dengan keberaniannya,” ujar Andi.  | RANA AKBARI FITRIAWAN

Koran Tempo
, Senin, 17 Juli 2006

Entry filed under: Delegation, Indonesia, News, Report, Scout, Update. Tags: .

Penyerahan Dana Jambore Berbelit-belit Tim SAR Pramuka Menuju Pangandaran

2 Komentar Add your own

  • 1. gendon  |  Juli 20, 2006 pukul 1:05 am

    ini bukti banyak “hambatan birokrasi” sampainya informasi kepada pemimpin. emang sih hal begini udah jamak dimana-mana ada yang menghambat informasi sebenarnya sampai ke atas. salut aja sama dimas, mungkin dia tahu kalo pake pos biasa suratnya ngga bakalan sampai pak SBY, bener ngga??

  • 2. neng®atna  |  Juni 15, 2009 pukul 7:35 am

    eh, aku ikutan jamnas juga loh! (so what ya?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Laman

Pos-pos Terbaru

Arsip


%d blogger menyukai ini: